Fredy’s

Tiada Guna Ilmu yang Kau Miliki Jika Kau Melupakan Orang yang Membutuhkan Bantuanmu dan Semakin Tiada Guna Ilmu itu Jika Kau Melupakan Sang Penciptamu.

Overclock

Posted by Fredy_As pada 11 Mei 2009

Pengertian Umum Overclock

Overclock terdiri dari 2 kata yaitu Over & Clock. Secara bahasa tentunya dapat dengan mudah diketahui bahwa Overclock berarti “Melewati Clock”. Tapi pengertian secara bahasa ini tidak begitu dimengerti, karena itu perlu diartikan secara istilah. Secara bebas Overclock dapat diartikan sebagai tindakan yang dilakukan terhadap processor atau komponen lain untuk bekerja di atas spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuatnya. Pendapat lain mengenai overclock adalah cara untuk membuat suatu perangkat untuk berjalan di kecepatan yang lebih tinggi daripada ketentuan pembuat perangkat tersebut. Prinsipnya adalah membuat performa lebih tinggi. (Tetapi ini beresiko menyebabkan kestabilan sistem yang berkurang). Overclock biasanya dipraktekkan oleh para pengguna PC untuk “memaksa” peripheral komputer bekerja diatas normal dengan tujuan akhir untuk meningkatkan performa kerja komputernya.
Dalam hal in akan banyak menjumpai kata-kata yang berhubungan dengan Clock, karena itu kita akan sedikit membahas tentang beberapa istilah yang berhubungan dengan Clock ini. Dalam dunia Elektronika Digital, istilah Clock sangat sering digunakan. Clock berfungsi sebagai TRINGER (Pemicu) Terjadinya suatu aksi di dalam komponen-komponen Elektronika seperti Prosesor, Memori, dan sebagainya. Dalam kenyataan Clock ini berupa sinyal listrik yang menyatakan logika 0 dan 1, biasanya berupa tegangan 0 volt dan 5 volt yang berganti-ganti secara terus menerus tanpa henti. Dalam satu detik dapat terjadi jutaan kali Clock, banyaknya Clock yang terjadi dalam waktu satu detik ini dinyatakansebagai Frekuensi Clock, misalnya 200Mhz. pada frekuensi clock 200Mhz berarti dalam satu detik terjadi 200 juta clock. Periode (periode = 1 / Frekuensi) dari clock (Waktu Antara Satu Clock Dengan Clock Berikutnya) dikenal dangan nama Sircle Time.

2.1.1. Sebab Overclock Dapat Mempercepat Kinerja Komputer

Prosesor melakukan kerjanya dengan menggunakan clock sebagai panduan. Biasanya prosesor membutuhkan beberapa clock untuk melakukan intruksi-intruksi tertentu. Dengan bertambahnya clock akan menyebabkan circle time akan bertambah singkat. Dengan overclock anda dapat menghemat waktu kerja. Misalnya : untuk melakukan suatu perhitungan intensif dibutuhkan waktu sekitar 4 menit pada Prosesor Pentium 100Mhz, maka dengan mengoverclocknya menjadi Pentium 133 Mhz maka kita akan dapat menyelesaikan perhitungan tersebut dalam waktu 3 menit. Jadi dapat menghemat 1 menit.
Overclock dapat dilakukan karena prosesor yang clocknya 166Mhz dapat bekerja pada clock 200 Mhz. itu terjadi karena pada saat prosesor dibuat, produsen selalu memberikan sebuah nilai toleransi kerja (berkisar antara 5% s/d 10%). Dengan demikian, prosesor yang memiliki clok 100Mhz misalnya, masih dapat bekerja antara 90Mhz sampai 110 Mhz (Batas Tolerasi) tanpa gangguan apapun seperti kesetabilan kerja atau temperature prosesor yang panas. Ketika sampai di bagian control kualitas (Quality Control = QC) prosesor 100 Mhz teryata mampu bekerja melewati batas toleransinya (misalnya sampai 150 Mhz), maka ia akan tetap dipasarkan dalam kelas prosesor 100mhz. dengan demikian konsumen akan diuntungkan jika mendapat top kualiti.
Motdherboard menentukan CPU clock melalui informasi yang didapat dari Bus clock, dan Multiplier yang digunakan oleh prosesor. Sebagai contoh, jika kita mengkonfigurasikan bus clock pada 50 Mhz dan multipliernya 2 maka prosesor akan dikenal sebagai Pentium 100 Mhz. jika bus clock dirubah menjadi 75 Mhz (Mengoverclock) dengan multiplier tetap 2, prosesor akan terdeteksi sebagai Pentium 150 Mhz.

2.1.2. Efek Negatif Dari Overclock
Efek-efek negatif dari Overclock dan solusi untuk mengatasinya.
Efek negatif yang sering terjadi apabila kita melakukan Overclock diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Panas Yang Lebih Tinggi
Menaikan CPU clock akan menyebabka frekuensi kerja prosesor semakin tinggi, akibatnya elektron-elektron yang ada di dalam prosesor akan bergerak lebih cepat, tumbukan atara elektron akan sering terjadi sehingga panas yang dihasilkan akan lebih tinggi. Tetapi dengan beberapa teknik mendinginkan prosesor maka efek ini dapat dikurangi.

2. Umur Prosesor Yang Lebih Singkat
Karena sering berada di suhu yang lebih tinggi dari spesifikasi pembuatan prosesor maka akan menyebabkan umur prosesor semakin singkat. Tapi jangan takut untuk mengoverclock sebab panas prosesor dapat dikurangi, selain itu umur prosesor bukan hanya 1 atau 2 tahun tapi bisa bertahan hiungga belasan tahun.

3. Integritas Data
Hal ini disebabkan karena CPU clock yang terlalu tinggi. Dalam dunia elektrinikal digital, masalah timing dalam sinyal digital sangat penting. Jika terjadi kesalahan pada sinyal akan menyebabkan kesalahan fatal pada data yang diolah. Jika hal ini tidak ada solusinya maka terpaksa harus melakukan pengujian terlebih dahulu untuk menjamin integritas data setelah sistem di overclock.

4. Stabilitas Sistem
Stabilitas sistem komputer setelah di overclock harus diuji dahulu. Kesalan dalam masalah timing dapat menyebabkan kesalahan fatal pada intruksi yang akan di eksekusi. Terkadang sistem yang di overclock mengalami Crash atau Hang. Tetapi selama bisa mengendalikan panas yang dihasilkan serta telah melakukan pengujian stabilitas sistem setelah di overclok maka tidak perlu kuwatir akan hal ini.

5. Kompatibilias Komponen
Tidak semua sistem komponen dapat bekerja dengan baik setelah di overclock terutama jika kita menaikkan bus clock. Komponen yang paling sering rusak adalah memori maka memori sangat menentukan kesuksessan overclock. Prangkat lain yang perlu diperhatikan card-card dan display adaptor.

2.2. Prinsip Dasar Dan Persyaratan Overclocking
Persyaratan yang harus di siapkan jika kita akan melakukan overclock adalah sebagai berikut :

2.2.1. Persyaratan Hardware
Untuk dapat melakukan overclock harus mempertimbangkan komponen- komponen hardware berikut ini :

a. Prosesor
Sebenarnya secara prinsip semua prosesor dapat di overclock, tidak peduli merek, tipe, dan CPU clocknya. Karena motherboard memiliki kemampuan untuk menerima berbagai CPU clock, hal inilah merupakan celah yang memungkinkan dilakukanya overclock.

b. Motherboard & Manual
Motherboard menetukan setabilitas sistem setelah di overclock. Kwalitas pembuatan motherboard akan menentukan daya tahan terhadap bus clock yang tinggi dan suhu yang tinggi. Selain itu motherboard yang berbeda akan memberikan dukungan yang berbeda terhadap bus clock dan multiplier. Jika motherboard anda mendukung bus clock dan multiplier maka hasilnya akan lebih baik karena motherboard adalah salah satu hal penting dalam melakukan overclock, dalam melakukan overclock perlu melakukan perubahan terhadap konfigurasi jamper atau DIP switch.
c. Memori
Memori adalah factor yang menentukan dalam stabilitas sistem setelah sistem di overclock. Makin cepat memori makin terjamin kemampuanya untuk bekerja pada kecepatan yang lebih tinggi. Jenis memori yang paling baik adalah SD RAM.

2.2.2. Persyaratan Brainware
Sebelum melakukan overclock sebaiknya kita sudah mengenali hardware komputer terlebih dahulu terutama motherboard. Dan untuk yang masih awan dengan hardware computer sebaiknya meminta bantuan orang yang lebih mengerti.

2.2.3. Prinsip dasar Overclock
Overclock dapat di lakukan dengan empat cara yaitu :

1. Dengan meningkatkan Multiplier
Overclock dengan cara ini hanya akan mempengaruhi CPU clock saja. Kecepatan memory, harddisk, display adapter, tidak akan berubah. Contoh : dari cara ini adalah mengoverclock Pentium 133 Mhz ( 66 Mhz X 2 ) ke Pentium 166 Mhz ( 66 Mhz X 2,5 ).

2. Dengan meningkatkan Bus Clock
Dengan cara ini multiplier di biarkan tetap, tetapi bus clock akan di naikan. Hasilnya lebih baik dari cara pertama, karena dengan menaikan bus clock maka CPU clock otomatis akan naik ( CPU clock di dapat dari hasil perkalian bus clock dengan multiplier ) overclock cara ini akan menghasilkan kecepatan di dalam dan di luar prosesor akan naik secara bersamaan, sehingga kecepatan sistem akan naik . Contoh : dari overclock ini adalah dengan mengoverclock Pentium 133 Mhz ( 66 Mhz X 2 ) ke Pentium 166 Mhz ( 83 Mhz X2 ).

3. Dengan meningkatkan Multiplier dan Bus Clock
Ini adalah cara overclock terbaik jika berhasil melakukanya. Hasilnya lebih baik dari cara manapun juga karena bus clock akan naik, CPU clock akan naik ( karena dua factor multiplier naik maka bus clock naik ) sehingga kecepatan sistem akan naik secara signifikan. Contoh : dari overclock ini adalah overclock Pentium 120 MHZ ( 60 Mhz X 2) menjadi 200 Mhz ( 66 Mhz X 3 ).
4. Dengan menurunkan Multiplier dan menaikan Bus Clock
Cara ini bertujuan untuk menahan laju CPU clock agar tidak terlalu tinggi ( misal karena terlalu panas, atau karena CPU clock tidak dapat dinaikkan lagi ). Hasilnya akan meningkatkan Bus clock sehingga kecepatan memori, Harddisk, dan Display Adapter akan bertambah, sedangkan CPU clock akan tetap, sedikit naik atau bahkan mungkin turun. Walaupun seperti itu, kecepatan sistem akan diusahakan tetap lebih tinggi karena meningkatnya Bus clock. Contoh : overclock Pentium 166 Mhz ( 66 Mhz X 2,5 ) menjadi Pentium 166 ( 83Mhz X 2 ).

2.3. Langkah-Langkah Overclocking
Langkah-langkah yang harus di lakukan jika kita melakukan overclocking adalah sebagai berikut :

1. Menyiapkan Manual Motherboard
Buku manual motherboargd ini berfungsi untuk menentukan konfigurasi jumper atau DIP switch mana yang harus di ubah dan bagaimana cara mengubahnya. Setelah mendapatkan manual motherboard, tugas selanjutnya adalah mencari konfigurasi bus clock dan multiplier yang harus digunakan. Untukmencari konfigurasi bus clock anda, cari informasi di manual motherboard tulisan “bus clock”, “external clock
”, atau “bus frequency”, biasanya dalam bentuk table yang menyertakan konfigurasi jumper atau DIP switch yang sesuai. Sebagai bantuan nilai – nilai yang ada, pada table konfigurasi bus clock biasanya adalah 50 Mhz, 60 Mhz, 66 Mhz. terkadang daftar konfigurasi clock tidak berbentuk table tapi sudah berupa gambar jumper atau DIP switch. Dari gambar tersebut anda dapat melihat nomor jumper atau DIP switch serta jumper – jumper mana saja yang harus on atau off. Setelah anda menemukan konfigurasi untuk bus clock, selanjutnya tugas anda adalah mencari konfigurasi untuk mencari multiplier . sama seperti Bus clock , kali ini yang harus di cari adalah yang berbunyi “ratio”, “multiplier”, “core/bus”, biasanya data yang ada dapat berbentuk ‘x1,5’, ‘x2’, ‘x2,5’, ‘x3’ ada juga manual motherboard yang memberikan data ini dalam bentuk gambar jumper atau DIP switch.

2. Tentukan Konfigurasi Untuk Overclock
Setelah di temukan daftar konfigurasi jumper atau DIP switch, anda harus menemukan konfigurasi overclock mana yang akan di gunakan . Untuk memilih konfigurasi overclock, pertama naikan CPU clock secara perlahan-lahan. Jika sudah berhasil baru naikan lagi. Kedua jika motherboard dan memori anda mendukung pengunaan bus clock yang yang tinggi, usahakan naikan bus clock. Ketiga, jika jika bingung memilih konfigurasi yang ungkin, ujilah kecepatan dan kesetabilanya lalu pilih hasil yang terbaik. Kemudian lihat manual motherboard dan catat konfigurasi jumper atau DIP switch yang harus di lakukan untuk melakukan hal itu : missal anda akan mengoverclock Pentium MMX 166 Mhz menjadi Pentium MMX 200 Mhz, maka carilah konfigurasi jumper untuk multiplier 3 (sebaiknya mengetahui tentang translasi multiplier).
Untuk multiplier tidak lebih dari 3, beberapa prosesor menyediakan translasi multiplier . contoh : adalah intel Pentium MMX 233 Mhz ( 66 Mhz X 3,5 Mhz) , jika komputer anda mendukung multiolier 3,5 x atau 4x maka konfigurasikanlah multiplier 3,5x atau 4x di motherboard dan prosesor menerimanya, tetapi jika motherboard anda tidak mendukung multiplier ini, anda dapat mengunakan multiplier 1,5x di motherboard agar processor yang mengunakan multiplier 3,5x dan mengunakan multiplier 2x di motherboard agar prosesor mengunakan multiplier 4x.

3. Siapkan Peralatan Teknis
Peralatan yang diperlukan untuk overclock antara lain :
Obeng tipe ‘+’ ukuran sedang
Obeng tipe ‘–‘ ukuran sangat kecil
Senter
Ruang kerja yang terang di butuhkan agar dapat dengan mudah melihat dan mencari jumper di antara tumpukan-tumpukan kabel-kabel.

4. Matikan Koputer Anda

5. Buka Casing Komputer

6. Ubah Posisi Casing
Bagi yang memiliki casing tipe tower, ada baiknya memiringkan posisi sehingga menjadi horizontal .

7. Perhatikan Isi Casing

8. Cari Jumper Atau DIP Switch Yang Anda Butuhkan
Carilah berdasarkan nomor yang di berikan, misalnya J 21, J22, tapi ada juga yang mengunakan kode BF0,BF1,dan BF2 untuk jumper bus clock serta FS0, FS1 dan FS2 untuk jumper multiplier. Umumnya lokasi jumper akan berada dekat dengan lokasi prosesor, jarang sekali yang meletakan di belakang motherboard atau di sela-sela slot ISA/PCI.

9. Lakukan Perubahan Konfigurasi Jumper Atau DIP Switch
Lakukan perubahan seperlunya, jangan merubah konfigurasi jumper atau DIP switch yang tidak ada gunanya,sebelum melakukan perubahan pastikan jumper atau DIP switch itulah yang harus diubah. ( periksa nomor jumper atau DIP switch ). Silahkan lihat box jumper dan DIP switchnya agar lebih jelas.

10. Kembalikan Casing ke Posis Semula
Jika sebelumnya anda memiringkan posisi casing, sekarang kembalikan ke posisi semula.

11. Nyalakan Komputer
Sekarang kita dapat melihat hasilnya, jangan tutup casing terlebih dahulu , karena munkin anda masih perlu melakukan modifikasi konfigurasi. Sekarang nyalakan komputer jika komputer anda berhasil menyala dengan baik, berarti anda sudah separuh jalan, jika komputer anda tidak dapat menyala berarti terjadi troubleshooting.

2.4. Cara Overclock Pada Prosesor Yang Berbeda

2.4.1. Prosesor Produksi Intel
• Prosesor Intel Pentium, Pentium Pro, Pentium MMX
Sebagian besar intel Pentium dapat di overclock. Prosesor intel Pentium menggunakan bus clock 50Mhz, 60Mhz atau 66Mhz. jika motherboard yang mendukung busclock lain seperti 55mhz, 62Mhz, 68 Mhz, 70Mhz atau 83 Mhz anda dapat menggunakanya untuk mengoverclock paosesor dengan meningkatkan bus clock. Prosesor Pentium 63 Mhz dengan seri SU 073 merupakan salah satu seri yang sulit di overclock dengan menggunakan multiplier. Hal ini disebabkan intel telah mengunci salah satu kaki prosesor sehingga konvigurasi multiplier yang diberikan oleh motherboard akan diabaikan oleh prosesor dan prosesor Pentium 133Mhz seri SU 073 akan menggunakan multiplier 2X. untuk mengetahui seri prosesor Pentium dilakukan dengan melihat kodenya pada kardus prosesor Pentium atau pada bagian bawah prosesor terdapat kode-kode seperti ‘BP80502133 SU073’.

• Prosesor Intel Seleron
Proses overclock untuk intel seleron tidak berbeda jauh dengan Pentium hanya saja, intel seleron dating dengan dua versi, yaitu bus clock 66 Mhz dan versi bus clock 100 Mhz. Celeron 300 A di laporkan menjadi salah satu prosesor yang paling mudah di overclock , karena dapat di paksa bekerja sampai 450 Mhz .celeron 266 dan 300 yang bekerja pada bus clock 66 Mh, sebenarnya dapat di paksa untuk bekerja pada bus clock 100 Mhz. tapi sayangnya, stabilitasnya pada bus clock 100Mhz snggat mengecewakan karena itu, karena itu untuk Celeron 266 dan 300 sebaiknya motherboard dapat mendukung bus clock di atas 66Mhz seperti 75Mhz atau 83Mhz karena Celeron masih dapat bekerja pada bus clock ini.
Motherboard untuk intel seleron dan Pentium II biasanya mengunakan jumper yang mempermudah overclock, karena umumnya hanya perlu memindahkan konektor plastiknya ke jumper tertentu yang sudah diberi bus clock .
• Prosesor intel Pentium II
Sama seperti Celeron, Intel Pentium II hadir dengan dua versi bus clock yaitu 66 dan 100 Mhz. versi 100 Mhz mulai di gunakan oleh intel Pentium II 350 Mhz. jika mengoverclock prosesor Pentium II versi 66 Mhz, maka sebaiknya meningkatkan bus clock daripada meningkatkan multiplier.

2.4.2. Prosesor Produksi AMD
• Prosesor AMD K5
Prosesor jenis ini hasilnya kurang bagus apabila di overclock. Tingkatan atau rating prosesor AMD K5 tidak dinyatakan dalam MHZ melainkan dalam PR ( Pentium Rating ). Prosesor AMD K5 dengan rating di bawah PR-166 melakukan proses penguncian terhadap konfigurasi multiplier yang di berikan pada multiplier 1,5 Mhz. itulah sebabnya untuk mengoverclock AMD K5-PR 166 di buat lebih fleksibel, karena dapat menerima beberapa konfigurasi tetapi multiplier inipun akan di translasikan oleh prosesor. Jika anda memasang multiplier 3x maka oleh prosesor multiplier yang di gunakan adalah 2x jika digunakan 2,5x maka prosesor akan mengunakan 1,75x, jika digunakan multiplier di bawah 2,5x maka prosesor akan mengunakan 1,5x. itu sebabnya cpu clock dari K5-PR 166 adalah 116,5 Mhz, karena konfigurasi motherboard yang digunakan 66Mhz X 2,5 Mhz .
Setelah melakukan overclock pada AMD K5, kemungkinan besar BOIS akan salah mendeteksi rating prosesor anda. Jika prosesor AMD K5 -133 ( 100Mhz) yang anda overclock menjadi 113 Mhz, maka kemungkinan besar bios akan mendeteksi sebagai” AMD K5 at 110 Mhz “ .kalau anda membaca informasi seperti ini dari BIOS, jangan bingung dan bertanya mengapa jadi turun menjadi 110 Mhz ??” karea bahwa clock asli 110 Mhz memang mengoverclock K5-166Mhz (116,5 Mhz) menjadi 131,25 Mhz atau 133 Mhz maka kemungkinan besar BIOS akan mendeteksi prosesor anda sebagai “ AMD K5-PR 200 “.
• Prosessor AMD K6
Bebeda dengan prosessor AMD K5, prosessor AMD K6 menggunakan rating yangan sama dengan CPU clock. Selain itu tidak ada lagi masalah transalasi multiplier, sehingga multiplier yang digunakan di motherboard akan sama dengan multiplier yanga digunakan oleh prosessor. Prosessor AMD K6 dirancang untuk bekerja pada bus clock yang tinggi. Jika motherboard mendukung bus clock 100MHz (yang dikenal sebagai motherboard Super7), coba gunakan bus clcock 100 MHz untuk mengoverlocknya.

• Prosessor AMD K6-2
Prosessor K6-2 datang ddengan tiga versi bus clock, yaitu 66 MHz, (untuk K6-2 266 MHz), 95 MHz (untuk (K6-2 333MHz) dan 100 MHZ (untuk K6-2 300 MHz, 350 MHZ dan 400 MHz). Cara konfogurasi multiplier prosessor ini sama dengan AMD K6 (tidak ada lagi transalasi). Dari beberapa informasi yang diterima, mengoverlock K6-2 memerlukan sedikit saja, misalnya dari 2,2 volt ke 2,4 volt.

2.4.3. Prosesor Produksi Cyrix/IBM
• Prosesor Cyrix 6X86
Prosesor ini pula mengunakan rating PR. Sama seperti AMD K5 prosesor inipun mengunci multipliernya pada 2x sehingga overclock yang dapat di lakukan adalah dengan mengunci bus clock. Selain itu, ada kemungkinan BIOS salah mengidentifikasikan prosesor anda seperti halnya dengan mengoverclock AMD K5.

2.4.4. Prosesor Produksi IDT
• Prosesor IDT C6
Sampai saat ini pengunaan prosesor idt belum cukup luas, kabarnya IDT telah mengeluarkan prosesor IDT C6-2 .prosesor IDT dating dala beberapa versi CPU clock yaitu: C6-180(60MhzX3), C6-200(66Mhzx3), C6-225(75Mhzx3) dan C6-240(60Mhzx4), bagi anda yang berniat melakukan overclock pada prosesor ini, coba naikan saja bus clocknya karena prosesor ini dapat bekerja pada bus clock yang tinggi ( dibuktikan dengan C6-225 yang mengunakan bus clock 75 Mhz).

2.5. Mengatasi Masalah Pada Overclocking ( Overclock Troubleshooting )
Tidak semua overclock berhasil dengan baik, bisa jadi kita harus menelan kekecewaan karena komputer anda tidak berjalan dengan baik pada konfigurasi overclock yang diinginkan. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini terjadi. Di sini akan mengulas masalah tersebut satu persatu beserta solusinya.

2.5.1. Jika Komputer Tidak Menyala
Hal ini disebabkan karena CPU clock yang anda konfigurasikan sudah melewati batas toleransi atau prosesor anda tidak dapat bekerja pada bus clock yang tinggi.
Jika anda mengalami hal ini segera matikan powernya setelah itu pastikan dulu tidak salah konfigurasi jumper atau DIP switch. Jika konfigurasi jumpernya sudah benar, berarti kemungkinan besar dua penyebab yang disebutkan tadi adalah penyebabnya .

2.5.2. Jika Komputer Melakukan Reset Ketika POST
Saat POST ( Power On Self Test ) adalah saat komputer melakukan pengujian pada komponen-komponen Komputer. POST biasanya dapat dikenali dengan mudah, yaitu pada saat komputer sedang menghitung memori. Terjadinya reset pada saat POST dapat di sebabkan oleh panas yang terlalu tinggi atau prosesor memang sudah tidak sangup bekerja pada saat konfigurasi clock yang anda buat. Bus clock yang tinggi juga dapat menjadi penyebabnya.
Solusinya coba usahakan untuk menurunkan panas prosesor. Caranya :
• Ganti kipas dan heat-sink
Cari heat & ink di took computer yang berukuran agak besar usahakan permukaanya mempunyai ukuran seluas mungkin untuk mempercepat pelepasan panas .
• Gunakan silica grease
Bahan ini berbentuk seperti salep, gunanya untuk memperlancar transfer panas dari permukaan computer ke heat-sink. Oleskan silica grease ke permukaan prosesor dan dasar heat-sink sebelum memasang heat sink ke prosesor.
• Gunakan kipas tambahan
Belilah kipas tambahan untuk menyedot udara kembar dari casing. Tujuanya untuk memperlancar peredaran udara di dalam casing.
• Gunakan soft ware
Soft ware ini berguna untuk menghentikan prosesor ketika tidak digunakan soft ware tersebut antara lain : CPU Idle, waterfall dan rain.
• Buka penutup slot pada casing
Pada bagian belakang casing terdapat besi penutup atau slot PCI/ISA yang tidak digunakan anda dapat melepas besi ini untuk memperlancar peredaran udara.
• Buka casing
Jika berbagai teknik pendingin belum juga berhasil , buka saja casingnya.

2.5.3. Jika komputer tidak mau membaca hard disk pada saat booting atau terjadi keanehan pada saat booting.
Ada kalanya komputer seakan akan hang ketika akan membaca hard disk untuk booting, banyak keanehanyang terjadi missal: file hilang. Hal ini biasanya terjadi jika anda mengunakan bus clock yang lebih tinggi dari standar yang digunakan. sebagai solusinya turunkanlah mode PIO harddisk anda dari mode 4 ke mode 3.

2.5.4. Jika Gagal Masuk Ke Sistem Operasi
Kesalahan lain yang mungkin timbul adalah gagalnya proses loading sistem operasi. Kesalahan yang mungkin muncul adalah laporan “page fault”, windows protection eror, pada alamat memori tertentu. Banyak hal yang dapat menyebabkan hal ini, tapi kemungkinan besar disebabkan oleh panasnya prosesor. Solusi pertama coba turunkan bus clock ,solusi kedua coba turunkan panas pada prosesor. Jika anda mengunakan bus clock yang tinggi dan computer anda tidak stabil ada baiknya anda periksa konfigurasi setting timming memori di BIOS-Setup.

2.5.5. Jika komputer melakukan rest, hang atau terjadi kesalahan aneh setelah beberapa saat.
Kesalahan ini kemungkinan besar di sebabkan oleh panas, tetapi ada juga kemungkinan oleh memori, coba kurangi panas prosesor

2.5.6. Jika komputer sering hang setelah casing di tutup.
Kesalahan ini kemungkinan besar di sebabkan oleh panas yang berlebihan.

2.6. Menguji Kesetabilan Dan Kinerja Setelah Melakukan Overclocking
Untuk menguji kesetabilan komputer setelah di overclock, lakukanlah proses burn-in ( pemakaian terus menerus ). Untuk menguji pengaruh panas, coba anda tutup casing komputer dan nyalakan komputer. Jalankan berbagai aplikasi berat secara terus menerus, mainkan MP-3 dan Video-CD, dan lain-lain. Jika setelah beberapa jam jika komputer anda baik-baik saja maka kemungkinan besar masalah panas pada computer anda akan teratasi. Tapi jika anda mengalami masalah pada pengujian ini, anda dapat menambahkan teknik yang digunakan untuk menurunkan panas prosesor.
Untuk menguji integritas data, lakukan dengan mengunakan software-software diagnostic seperti Norton Untilities atau semacamnya. Tes juga komponen memori, harddisk, dan I/O. lakukan tes ini setelah computer anda dinyalakan beberapa jam agar prosesor telah cukup panas. Jika prosesor anda tidak lolos dalam tes integritas data, sebaiknya anda mengubah konfigurasi yang lebih rendah.
Pengujian kinerja computer pada pengujian ini anda akan merasakan hal yang luar biasa karena computer bertambah cepat tanpa harus meng-upgrade prosesor. Gunakan software-software /tools. Lakukan juga tes pengujian terhadap kecepatan prosesor, harddisk, memori, dan I/O. peningkatan bus clock akan meningkatkan kinerja hampir seluruh komponen komputer, sedangkan peningkatan CPU clock saja hanya akan meningkatkan kinerja prosesor.

2.7. Membantu Overclock Dengan Tools Di Chip–CD Untuk Mengamankan Sistem Dan Meminimalkan Kesalahan
Dengan untyliti-untyliti yang tepat, kita dapat meminimalkan masalah-masalah dalam overclocking. Berikut ini beberapa tools yang disarankan untuk membantu agar proses overclocking yang dilakukan berjalan baik tanpa masalah :

2.7.1. Menjaga Suhu Prosesor Agar Cepat Dingin (Cpuldle 4.0 )
Overclocking menyebabkan suhu prosesor menjadi lebih tingi, modifikasi non standard bus speed dan multiplier pada motherboard akan meningkatkan performa CPU sekaligus “memaksa” kerja CPU ke tingkat optimal. Untuk itulah diperlukan pendingin prosesor / cooling (heatsink dan fan ) yang bagus, selain itu pengunaan shareware cpuldle dapat membantu prosesor menjadi lebih dingin. Cara kerja cpuldle cukup unik yaitu pada motherboard yang memiliki fasilitas enegy saving terdapat instruksi HLT Command yang bertugas mengirim sinyal kepada power supply untuk menurunkan komsumsi energi ke CPU, biasanya fungsi ini akan aktif pada saat suspend di windows. CpuIdle akanmengirim sinyal ini untuk menghemat energi dan menjaga agar suhu prosesor tetap dingin. Pada prakteknya untility ini sangat efektif dan direkomendasikan setelah melakukan overclock.

2.7.2. Mengungkap Informasi BIOS ( Ct BIOS – Info )
Upgrade versi BIOS motherboard memang salah satu cara untuk meningkatkan performa PC. Tetapi sebelumnya harus mengetahui beberapa informasi penting yang menyebabkan motherboard tidak bisa digunakan. Untility freeware BIOS-Info dapat menyajikan informasi BIOS seperti merk, versi chipset, pabrik pembuatnya, dan model atau jenis motherboard. Tool ini bahkan dapat memberitahukan URL dimana anda bisa mendownload driver update untuk BIOS PC.

2.7.3. Mengawasi Keadaan CPU ( CPU Monitor 2.02 )
Program kecil yang memonitor temperature CPU dan monitor PC ini, sebenarnya di desain untuk motherboard Asus TX97. tapi meskipun begitu, too ini juga dapat digunakan untuk merk lain, selama pada motherboard yang bersangkutan terpasang sensor temperature LM7M/78. merk lain yang mengunakan sensor ini antara lain Asus P2L97, Asus P2B and Abit BX6. anda dapat mengunakan tool ini sebagai hardware monitoring, agar mengeluarkan bunyi alarm jika terjadi sesuatu yang membahayakan PC.

.

2.7.4. Air Terjun Pendingin ( Waterfall 1.2.3 )
Seperti namanya program waterfall akan mendinginkan dan menjaga temperature prosesor sekitar 30 derajat celcius. Proses instalasi dan pemakaianya cukup mudah, program akan menyatakan jenis CPU yang terpasang di PC anda dan sesudah itu waterfall akan melakukan tugasnya. Semua merk dan tipe prosesor kompatibel dengan waterfall.

2.7.5. Menghujani PC ( Rain 1.0 )
Cara kerja dan fungsi rain hampir sama dengan waterfall. Bedanya rain mengunakan konsep teknologi “Extreme Cooling” dan memang didesain khusus untuk overclocking. Efeknya prosesor menjadi lebih dingin dan freeware tidak akan mempengaruhi system-ressource.

2.7.6. Informasi Real-Time ( Hmonitor 2.2.0.1 Dan Motherboard Monitor 3.7.5)
Kedua program ini akan memonitor dan memberikan informasi secara real-time mengenai keadaan CPU. Hmonitor dan Motherboard Monitor akan menampilkan temperature CPU dan motherboard, kecepatan cooling fan, serta voltase di motherboard . tool ini dapat digunakan untuk memastikan bahwa konfigurasi bus speed dan multiplier pada overclocking tidak membahayakan PC.

Sumber : INDOSKRIPSI
http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi-tugas-makalah/komputer/overclocking-tools

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: