Fredy’s

Tiada Guna Ilmu yang Kau Miliki Jika Kau Melupakan Orang yang Membutuhkan Bantuanmu dan Semakin Tiada Guna Ilmu itu Jika Kau Melupakan Sang Penciptamu.

Artikel-Artikel

ISLAM, PEMUDA DAN CINTA

Ketahuilah wahai kawula muda, bahwa Islam yang menyatu dengan Fitrah manusia, dengan prilaku dan undang-undangnya mengatur adanya fenomena cinta yang sangat melekat sebagai fitrah manusia. Islam adalah konsep dan jalan hidup, Pemuda adalah bagian dari pelaksana hidup sedangkan Cinta adalah keinginan, rasa, gejolak jiwa yang memberi motivasi kepada manusia untuk hidup.
Bila demikian realitanya, kemanakah sasaran Cinta kita ?

I. ISLAM

Islam adalah aturan-aturan (undang-undang) yang telah ditetapkan Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada umat manusia agar memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat.
Aslam adalah satu-satunya agama yang diridhoi Allah, sesuai dengan Firman-Nya QS. Al-Maidah ayat 3, yang artinya: “… .Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan nikmatKu dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agama bagimu…”
Dalam ayatNya yang lain Allah pun telah berfirman yang artinya: “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akherat termasuk orang-orang yang rugi”. ( QS. Ali-Imran : 85 )
Tujuan Agama Islam
~ Sebagai rahmat bagi alam semesta
~ Untuk mentauhidkan Allah SWT
~ Membawa petunjuk
~ Membawa kebenaran
Ciri Khas Agama Islam
1. Robbaniyah
~ Murni untuk mentauhidkan Allah ( QS. 42 : 13 )
~ Tujuan penciptaan yang dilakukan Allah ( QS. 51 : 56 )
2. Syamil dan Mutakamil (Bersifat Menyeluruh dan Sempurna)
~ Islam jangan hanya digambarkan sebagai Shalat, Puasa dan Zakat saja, tapi harus meliputi keseluruhannya (Islam secara Kaffah)
3. Keadilan yang Mutlak
~ Tidak ada suatu ajaran dan aturan yang adil dalam mengatur dan memberi suatu putusan kecuali Syareat Islam
4. Mudah
~ Setiap ajaran Islam itu mudah untuk dipelajari dan dilaksanakan
5. Tawazun (keseimbangan)
~ Ajaran Islam itu seimbang antara Individu, Keluarga dan Masyarakat, seperti keseimbangan antara Ruh dan Jasad

II. PEMUDA

Wahai kawula muda generasi dambaan masa depan, tahukah engkau? Bahwa keberhasilan suatu kaum, bangsa dan negara dimasa kini maupun dimasa yang akan satang sangat tergantung pada peran PEMUDA yang sangat menentukan.
Mengapa Pemuda mampu berperan seperti itu?
Ketahuilah saudaraku, bahwa Pemuda itu :
1. Memiliki Vitalitas (keperkasaan) yang tinggi,
2. Mempunyai waktu luang yang lebih, karena belum punya tanggungan selayaknya para suami atau istri, sehingga bebas bergerak,
3. Lebih mudah menambah wawasan ilmu pengetahuan.
Lalu bagaimana dengan diri kita saat ini? Sudah layakkah kita disebut sebagai Pemuda Pemudi Generasi Islami?
Saudaraku kawula muda semuanya, untuk menyiapkan diri sebagai pemuda or pemudi Islami, kita perlu memperhatikan hal-hal berikut ini :
1. Hidup berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah
2. Ikhlas ( QS. 6 : 162-163 )
3. Beramal / Berbuat baik ( QS. 9 : 105 )
Ada beberapa tahapan dalam beramal
a. Pembersihan Diri
b. Perbaikan Keluarga
c. Lingkungan Islami
4. Jihad (Berjuang)
5. Pengorbanan
6. Taat
7. Kokoh
8. Murni / Bebas
9. Persaudaraan
10. Percaya.
Ciri-ciri Geberasi Idaman
 Generasi yang realistis
 Generasi yang berkarya dan
membangun
 Generasi yang taat dan ikhlas.
Wahai saudaraku, lalu bagaimana cara kita bertingkah laku dalam kehidupan?
Bagaimana cara kita bergaul?, untuk apa kita bergaul?
Disini ada beberapa karakter dan tujuan gaul dalam kehidupan yang perlu kita cermati dan renungkan serta kita laksanakan.
I. Gaul for Allah
• Hidup hanya untuk Allah ( QS. 51 : 56 )
• Cinta hanya kepada Allah ( QS. 3 : 14 )
• Patuh hanya kepada Allah ( QS. 8 : 20 )
• Takut hanya kepada Allah ( QS. 5 : 44 )
• Berharap hanya kepada Allah ( QS. 2 : 218 )
II. Gaul for Self
• Mu’ahadah / Mengingat perjanjian dengan Allah ( QS. 16 : 91)
• Muraqobah / Merasa diawasi Allah ( QS. 82 : 10-12 )
• Muhasabah / Mengintropeksi diri ( QS. 59 : 18 )
• Mu’aqobah / Memberi sanksi diri bila berbuat salah or dosa ( QS. 2 : 178 )
• Mujahadah / Mengoptimalkan amal shaleh ( QS. 29 : 69 )
III. Gaul for Familly
• Memuliakan kedua Orang Tua ( QS. 17 : 23-24 )
• Berkasih sayang terhadap Adik Kakak ( QS. 42 : 23 )
• Menjaga kehormatan keluarga ( QS. 17 : 31)
• Menjaga keselamatan keluarga ( QS. 66 : 6 )
• Menjaga keutuhan keluarga ( QS. 24 : 22 )
IV. Gaul for Friend
• Mengasihi sahabat karena Taqwa ( QS. 43 : 67 )
• Menjaga rahasia sahabat ( QS. 67 : 13 )
• Memahami tabiat atau karakter sahabat ( QS. 4 : 69 )
• Memberi nasehat dan kritik yang baik ( QS. 103 : 3 )
• Mendamaikan bila berselisih ( QS. 48 : 10 )
V. Gaul for Human
• Membina persaudaraan ( QS. 49 : 12 )
• Membina persatuan ( QS. 49 : 13)
• Tolong menolong dalam kebaikan (QS. 5 : 2 )
• Berbuat adil ( QS. 16 : 90 )
• Mengembangkan akhlak karimah ( QS. 38 : 46 )

III. CINTA

Pada awal bahasan kita ketahui bahwa cinta itu adalah keinginan, rasa, gejolak jiwa. Lalu bagaimana sih Cinta dalam Islam itu? Mungkin pertanyaan seperti ini kerap kali hadir dalam benak kita.
Sebagai seorang Muslim tentu kita tahu bahwa cinta kita yang tertinggi hanya untuk Allah SWT dan Rasulnya Muhammad SAW.
Sesuai dengan firman Allah “… .Dan orang-orang yang beriman itu amat sangat cintanya kepada Allah. …” (QS. 2 : 165)
Kemudian dalam ayat yang lain “Katakan jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluarga, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasullnya dab berjihad didalamnya maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusannya, dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang Fasiq” (QS. 9 : 24)
Menanggapi tentang cinta, bagaimana dengan perkembangannya saat ini, khususnya pada muda-mudi zaman sekarang atau yang kita kenal dengan istilah pacaran? Lalu bagaimana pandangan Islam tentang pacaran?
Dalam Islam tidak pernah dikenal yang namanya pacaran atau percintaan pra nikah. Dan dengan tegas pula Allah melarangnya dalam QS. Al-Isro’ ayat 23 ”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”.
Dengan dasar ayat diatas sudah jelas bagi kita tentang keberadaan praktek pacaran yang terjadi ditengah-tengah kehidupan kita. So, wahai saudaraku kawula muda semua apakah kita masih ingin tetap mempertahankan tradisi jahily itu setelah kita ketahui akan keharamannya?
Ingat zina itu tidak hanya terbatas pada hubungan seks belaka, karena seks (hubungan suami istri) hanyalah klimaks dari beberapa zina yang telah terjadi. Apakah kita mengira bahwa mata kita tidak bisa berbuat zina? Tentu tidak khan? Karena awal mula perzinahan tentunya berawal dari mata (pandangan) yang kemudian menjalar keseluruh tubuh kemudian singgah di hati yang menimbulkan angan dan syahwat yang pada akhirnya terjadilah apa yang kita kenal dengan zina yang sesungguhnya.
Nah saudaraku jelas sudah kini. Tapi untuk lebih memperjelas lagi marilah kita tengok bagan dibawah ini, ok?
Cinta Pra Nikah
C : Coba-coba
I : Ingin tahu
N : Nekad
T : Terjerumus
A : Aib
Cinta Nikah
C : Cara
I : Ilmu
N : Nikah
T : Ta’aruf
A : Adaptasi – Asmara
Ingatlah saudaraku !
 Kebahagiaan itu tidak bertebaran di tepi pantai
 Kebahagiaan itu tidak tersembunyi di air terjun
 Kebahagiaan itu tidak tersimpan di villa bertingkat
 Tapi Kebahagiaan itu ada dalam Islam
Wahai generasi muda Islam bangkitlah dari duduk bersandar, jadilah generasi muda yang cerdas berilmu, berwawasan luas, hingga mampu memanage Cinta yang bersemayam di sanubari kita adalah berpahala.
Wahai kawula muda, jika kalian mau mengokohkan tali persaudaraan, mau menanamkan cinta ILLAHI dan Ajaran Islam untuk mempererat hubungan dan ikatan sosial kemasyarakatan. Insya Allah Islam akan kembalai tampil kepermuakaan dan berjaya kembali.
Semua itu menjadi tugas kita bersama. Wallahu’alam.
Muraji :
1. Pokok-Pokok Pandangan Hidup Muslim (Abu A’ la Al-Maududi)
2. Generasi Idaman (De. Yusuf Qardhawi)
3. Iman Orang-Orang Jatuh Cinta (Ibnul Qoyyim)
4. Pacaran Dalam Kaca Mata Islam (Abdurrahman Al-Mukafi)
5. Nilai Cinta Dalam Al-Qur’an (Dr. Mahmud Bin Asy-Syarif)
6. Manajemen Cinta (Abdullah Nash-hi ‘Ulwan)
7. Mencapai Pernikahan Barokah (M. Fauzhil Adhim)

2 Tanggapan to “Artikel-Artikel”

  1. Wafiq said

    Tapi tidak semua “cinta = neraka” Insya Allah banyak cinta yang diridhoi Allah bertebaran di muka bumi.

    http://www.wahyufikri.wordpress.com

  2. Fredy_As said

    Yup itu memang betul Wafiq, memang banyak cinta yang bertebaran di dunia ini yang diredhahi Allah. Sekarang tergantung dari kita sebagai makhluk ciptaan-Nya bagaimana merealisasikan cinta yang ada.
    Karena, pada dasarnya cinta itu anugrah terindah yang diberikan Allah untuk hamba-Nya, tapi jika hati dan fikiran tak lagi bisa memenej cinta dengan baik dan dengan cara yang baik sesuai fitrah dan syariat itu akan merubah anugrah menjadi petaka.
    Semoga kita semua tak khan terjerumus kedalam petaka karena cinta yang kita miliki, Amin…
    Sekali lagi cinta adalah pengorbanan dan pengabdian yang tulus tanpa pamrih, saling menjaga dan melindungi. Dan Cinta yang Hakiki hanyalah teruntuk Allah semata, smoga…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: