Fredy’s

Tiada Guna Ilmu yang Kau Miliki Jika Kau Melupakan Orang yang Membutuhkan Bantuanmu dan Semakin Tiada Guna Ilmu itu Jika Kau Melupakan Sang Penciptamu.

Pendeta18

Kembali

Pendeta Menghujat Muallaf Meralat (18/22)

Dialog 3:

Hujat dan Ralat tentang “Haji dan Ka’bah”

Murtadin vs Muhtadin

DIHALALKAN MENCURI DAN KORUPSI UNTUK HAJI

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Maka tidak heranlah jika orang-orang miskin yang tidak mampu pun berlomba-lomba mencari uang untuk biaya metaksanakan upacara ibadah haji ini.

Untuk mencari dana atau uang untuk biaya ibadah haji ini orang tidak segan-segan menjual seluruh harta bendanya yang jumlahnya sudah terbatas.

Bahkan ada orang yang sampai melakukan penipuan demi memperoleh uang untuk biaya melakukan upacara ibadah haji tersebut. Ada sementara orang bahkan mencuri atau berkorupsi agar memperoleh uang untuk biaya upacara ibadah haji. (hal. 52)

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

Tuduhan itu sama sekali tidak benar, hanya mengada-ada saja. Fitnah!! Tidak mungkin ada orang Islam yang mau menipu, mencuri dan korupsi demi untuk bisa menunaikan ibadah haji. Sebab ibadah haji hanya diwajibkan bagi orang yang mampu saja.

Kalau konsekwen dengan ajaran Islam, tidak mungkin ada orang yang menjadi penipu, maling dan koruptor, dengan alasan apapun. Sebab Al Qur’an melarang dengan tegas segala tindak kriminal tersebut, lengkap dengan sangsi yang cukup berat dunia dan akhirat.

a. Allah mewajibkan umat manusia untuk berlaku adil dan amanat (Qs. An Nisaa 58 dan Al Anfaal 27).

b. Allah melarang keras perbuatan curang dan korupsi (Qs. Al Muthaffifiin 1).

c. Allah melarang keras tindakan dusta dan tipuan (Qs. Al Muthaffifiin 10).

d. Seorang yang terbukti melakukan pencurian dihukum potong tangan/qishash (Qs. Al Maa-idah 38).

e. Dan lain-lain.

Jangan-jangan Himar Amos pernah melakukan korupsi dan penipuan untuk biaya hajinya tahun 1983, kalau benar bahwa dia itu sudah haji.

Dengan memahami dan mengamalkan ayat-ayat Al Qur’an tersebut, mustahil ada umat Islam yang menjadi penipu, pencuri dan koruptor seperti yang dituduhkan oleh Himar Amos.

Justru, orang akan menjadi penipu super kawakan apabila mau mengamalkan ajaran Bibel. Sebab masalah tipu menipu, dusta dan kebohongan sudah menjadi tradisi yang diyakini dapat mendatangkan berkat dan rahmat Tuhan. Perhatikan ayat-ayat berikut:

a. Rasul Paulus mengajarkan bahwa semakin dosa berlimpah, maka karunia Tuhan semakin melimpah ruah.

“Dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah” (Roma 5:20).

“Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7).

b. Yakub diberkati Tuhan setelah menipu ayahnya dan merampas hak milik kakak kandungnya sendiri.

Dalam Bibel kitab Kejadian 27: 1-40 diceritakan bahwa Ishak, putra Ibrahim yang kedua mempunyai seorang Istri (Ribkah) dan dua orang putra yaitu Esau dan Yakub.

Ribkah yang adalah menantu Ibrahim itu pilih kasih kepada anaknya. Dia lebih mengasihi Yakub daripada Esau, anak sulungnya.

Karena Ishak sudah tua dan sudah tidak bisa melihat, maka sesuai dengan tradisi turun-temurun, dia harus memberkati anaknya yang sulung, yaitu Esau. Tetapi, dengan sangat liciknya Ribkah dan Yakub menyusun rekayasa jahat agar yang diberkati oleh Ishak adalah Yakub itu.

Maka dengan satu tipuan ulung, Yakub dapat mengelabuhi Ishak yang sudah buta, sehingga dia dianggap sebagai Esau, akhirnya Yakublah yang diberkati oleh Ishak sebagai anak sulung yang istimewa, leluhur bangsa Yahudi, nenek moyang Yesus.

Penipuan anak kepada bapaknya dan pengkianatan ibu terhadap anak kandungnya dan sentimen adik kepada kakak kandungnya itu diceritakan dengan jelas tanpa malu-malu dalam Bibel (ingat, bukan datam Al Qur’an).

Yang lebih tidak tahu malu lagi adalah para ahli tafsir Bibel LAI yang dengan bangganya menyebut perikop ayat tersebut dengan judul ‘Yakub diberkati Ishak sebagai Anak Sulung”. Padahal, judul yang lebih tepat adalah:

– Ishak ditipu oleh anak dan istrinya,

– Esau dikhianati oleh adik dan ibu kandungnya,

– Anak dan ibu yang durhaka kepada ayah dan adiknya,

– Pemberkatan yang salah alamat kepada penipu, pengkianat dan durhaka.

Demikianlah sekilas info teladan perbuatan tipu-tipu dalam Bibel. Supaya Himar Amos menyadari bahwa ajaran tipuan tidak ada dalam Al Qur’an, justru yang ada adalah dalam Bibel.

Sumber: “Pendeta Menghujat Muallaf Maralat”, Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan), Jakarta, 1999.

Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: