Fredy’s

Tiada Guna Ilmu yang Kau Miliki Jika Kau Melupakan Orang yang Membutuhkan Bantuanmu dan Semakin Tiada Guna Ilmu itu Jika Kau Melupakan Sang Penciptamu.

Pendeta19

Kembali

Pendeta Menghujat Muallaf Meralat (19/22)

ISLAM AGAMA TAUHID YANG MENYEMBAH SATU BUAH BERHALA

Pendapat Drs. H. Amos (Pendeta Nehemia)

Jika kita perhatikan dalam Al Qur’an surat 1 Al Faatihah ayat 1 yaitu ayat Basmalah yang menyatakan bahwa Allah ialah zat atau asal mula benda yang maha suci yang disembah dengan sebenarnya, maka benda yang dimaksud adalah benda batu hitam Hajar Aswad yang oleh bangsa Arab disembah dan dipuja sejak jaman dahulu sebelum Islam disiarkan oleh Muhammad.

Hanya pada waktu itu Hajar Aswad disembah dan dipuja bersama-sama dengan 359 berhala lainnya termasuk berhala-berhala perempuan Laata, Manaata dan Uzza.

Pada waktu itu agama bangsa Arab sifatnya polytheisme yaitu menyembah banyak Tuhan sampai jumlahnya 360 patung berhala yang didewakan sebagai Tuhan-Tuhan.

Tetapi setelah agama bangsa Arab disiarkan oleh Muhammad maka 359 patung-patung berhala disingkirkan dari Ka’bah (Hadits Shahih Bukhari nomor 832) kecuali Hajar Aswad yang tetap tinggal, karena agama bangsa Arab yang baru mengajarkan hanya menyembah satu Tuhan sehingga agama bangsa Arab yang bersifat polytheisme dirubah menjadi monotheisme yaitu hanya menyembah satu Tuhan yang didalam hal ini menyembah satu berhala batu hitam yang bernama Hajar Aswad. (hal. 60-61).

Tanggapan H. Ihsan L.S. Mokoginta (Wenseslaus)

“Manis serasa madu, pahit serasa empedu”, kata-kata yang manis tetapi menyakitkan hati. Itulah pepatah yang tepat bagi perkataan orang munafik.

Demi tercapainya misi pemurtadan, tidak tanggung-tanggung Himar Amos bersikap mendua. Di satu tempat dilecehkannya Islam, sementara di tempat lain dipujinya Islam. Sambil merangkul, Amos memukul Islam. Liciknya Amos setelah sering diundang ke gereja-gereja untuk ceramah.

Himar Amos memuji keberhasilan Nabi Muhammad yang sukses merubah agama bertuhan banyak (politheisme) menjadi bertuhan satu (monotheisme).

Tapi sayangnya, dikatakan lagi bahwa Rasulullah melenyapkan sebanyak 359 berhala dengan menyisakan sebuah berhala. Dan berhala yang disisakan satu itu, adalah batu hitam ‘HajarAswad’ yang dikatakan sebagai Tuhannya orang Islam atau Allah-nya Agama Bangsa Arab. Dan ini tentunya sangat menghina umat Islam Indonesia, bahkan dunia.

Hadits Shahih Bukhari nomor 832 yang tidak dilampirkan teksnya, setelah kami cek, ternyata tidak benar. Dalam hadits tersebut tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa Hajar Aswad bagian dari 360 berhala dalam Ka’bah. Selengkapnya, Hadits tersebut sebagai berjkut:

Dari Ibnu Abbas ra., katanya: “Ketika Rasulullah saw. mula-mula tiba di Mekkah, beliau enggan hendak masuk Ka’bah karena di dalamnya banyak patung. Beliau memerintahkan supaya mengeluarkan patung-patung itu di dalamnya, maka dikeluarkan mereka semuanya termasuk patung Nabi Ibrahim dan Ismail yang sedang memegang azlam (alat untuk mengundi). Melihat itu Rasulullah saw. bersabda: “Terkutuklah yang membuat patung itu! Demi Allah! Sesungguhnya mereka tahu bahwa keduanya tidak pernah melakukan undian dengan azlam, sekali-kali tidak”. Kemudian beliau masuk ke dalam Ka’bah, lalu takbir di setiap pojok dan beliau tidak shalat ketika itu di dalamnya” (Shahih Bukhari nomor 832).

Dari teks lengkap hadits tersebut, jelas bahwa Hajar Aswad bukanlah salah satu dari berhala yang disisakan oleh Nabi Muhammad. Ini membuktikan bahwa berhala yang ada di dalam Ka’bah semuanya dikeluarkan atas perintah Nabi Muhammad tanpa terkecuali, termasuk patung Nabi Ibrahim dan Ismail as.

Jadi, refrensi Hadits Bukhari nomor 832 yang disebutkan tanpa memuat teksnya oleh Murtadin Himar Amos tersebut, jelas tujuannya untuk mengelabui umat Islam yang awam. Inilah kelicikan dan kebohongan yang sengaja dilakukan untuk misi Kristen, walaupun dengan cara-cara yang tidak halal.

Yang benar yaitu semua berhala disingkirkan oleh Nabi Muhammad tanpa menyisakan satu pun. Dan Islam tidak menyembah berhala apapun. Islam tidak menyembah tuhan apapun, selain kepada Allah Swt. Inilah yang disebut ajaran Tauhid, Laa llaaha illallaah (tiada Tuhan yang disembah selain Allah).

Sebaliknya, kalau mau jujur, justru sangat banyak berhala di dalam gereja. Buktinya, dalam gereja banyak terdapat patung-patung maupun gambar-gambar Yesus, Maria, dua belas rasul (murid Yesus) dan lain-lain.

Nah, ini ibarat pepatah “Gajah dipelupuk mata tiada tampak, kuman di seberang lautan tampak”.

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu. sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu” (Matius 7:3-5).

Sumber: “Pendeta Menghujat Muallaf Maralat”, Insan L.S. Mokoginta (Wenseslaus), FAKTA (Forum Antisipasi Kegiatan Pemurtadan), Jakarta, 1999.

Kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: